Harga Cengkih Tinggi, Alhamdulillah Petani Untung

Harga komoditas cengkeh saat ini sedang di atas angin, yakni mencapai Rp 125 ribu per kilogram untuk cengkeh kering.

Padahal, tahun sebelumnya antara Rp 50-60 ribu per kilogram. Kondisi tersebut, jelas merupakan angin segar bagi petani cengkeh. Pasalnya, musim panen tahun ini keuntungan yang diperoleh petani jauh lebih lumayan.

Darman (35 tahun), petani cengkeh asal Kampung Citukung, Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, mengatakan, musim panen tahun ini jauh lebih baik. Selain hasil produksi meningkat, harga cengkeh dipasaran juga tinggi.

Darman menyebutkan, dirinya hanya memiliki enam pohon cengkeh dalam ukuran besar. Meskipun sedikit, namun saat panen hasilnya mencapai 60 kilogram. Cengkeh yang telah dipanen itu, tidak dijual dalam kondisi basah. Melainkan kering. Supaya, harga jualnya lebih tinggi.

Selain itu, jika dalam kondisi basah para tengkulak tidak mau membeli. Soalnya, cengkeh dari Purwakarta ini harus dikumpulkan dulu oleh tengkulak. Kemudian dijual ke pabrik rokok yang ada di luar Purwakarta. Sehingga, kondisinya harus benar-benar kering. Agar tidak busuk.

Sebagian besar warga di desanya, menanam pohon cengkeh. Rempah-rempah ini, sangat menunjang perekonomian warga. Meskipun panennya hanya sekali dalam setahun, namun hasilnya lumayan menguntungkan. “Kami membudidayakan cengkeh sejak dulu,” jelasnya.

Penghasilan dari komoditi ini, sebagai tambahan dari upah harian tetap buruh pertanian. Seperti panen tahun ini, Darman mendapatkan penghasilan mencapai Rp 5,4 juta.

Petani cengkeh lainnya, Didin Saepudin (46 tahun), mengatakan, bagusnya harga cengkeh tahun ini, dikarenan curah hujan yang turun selama enam bulan tidak terlalu intens. Sehingga, curah hujan ini tak menganggu bunga cengkeh. “Bila sering diguyur hujan, bunganya mudah rontok,” ujar Didin.

Ia menjelaskan, siklus produksi dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang fluktuasi. Dengan kata lain, hasil panen setiap tahunnya berbeda-beda. Tahun kemarin, petani merugi. Sebab, curah hujan yang turun jauh lebih lama ketimbang musim kemaraunya. Akan tetapi, panen tahun ini hasil produksinya meningkat.

Petani cengkeh di desa ini, lanjut dia, mengenal siklus empat tahunan dan tiga tahunan. Siklus empat tahunan, yaitu dalam setahun produksi bagus. Dua tahun berikutnya produksi sedang. Kemudian, dalam setahun lagi hasil produksinya merosot. “Tahun ini, merupakan awal dari siklus empat tahunan,” jelasnya.

Kemudian, ada lagi siklus tiga tahunan. Siklus ini, setiap tahunnya bergilir, dari mulai hasil produksi bagus, sedang hingga merosot tajam.

Dengan kondisi harga yang bagus ini, dirinya berharap budidaya cengkeh akan semakin meningkat. Dengan begitu, warga akan memiliki penghasilan sampingan selain dari pertanian.

About these ads
This entry was published on October 3, 2012 at 2:11 pm and is filed under info. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: